Monday, September 20, 2021
Home Kesehatan Cara Cegah Penularan Penyakit HIV/AIDS

Cara Cegah Penularan Penyakit HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) ialah virus yang mengacaukan sistem imunitas tubuh dengan kiat yang agresif. Virus ini ialah faktor AIDS atau penyakit jangka panjang yang didapat sindrom kekurangan keimunan tubuh.

Adanya HIV dan terdapatnya AIDS menciptakan tubuh pasien lebih lemah bagaikan akibat dari tubuh ada risiko besar invasi untuk bermacam penyakit lain. Virus, bakteri jahat, infeksi, dan tipenya cuma dapat menginfeksi tubuh pengidap HIV AIDS.

Sejumlah hasil pengobatan telah dilakukan, bila tidak, tak akan ada yang memberikan hasil penangkalan atau penyembuhan. Sampai-Sampai disaat ini, para ahli kedokteran cuma dapat memberikan perlindungan untuk kurangi aktifitas virus di tubuh pasien. Namun, ada petunjuk untuk menolong HIV AIDS yang bisa dilakukan. Dalam rangka kurangi dampak penyebaran, bermacam organisasi dan lembaga aktif menyelenggarakan pembelajaran terkait penjauhan penyebaran penyakit beresiko ini.

Penyingkiran HIV AIDS dapat dicoba lebih awal. Apa-apaan itu? Simak panduan menghindari penyebaran HIV AIDS bagaikan berikut.

Dapatkan segenap produk kesehatan yang Kalian impikan dengan metode yang kencang dan tepat di sini.

1. Ketahui Faktor Penularan dan Risikonya

Sungguh bernilai untuk mengetahui faktor-faktor yang beresiko mengundang penyakit ini.

Beberapa faktor yang rata-rata mengirim virus HIV ialah faktor biologis ibu aids-positif, faktor sanitasi jarum suntik, faktor ibu menyusui dengan AIDS pada bayi, faktor transfusi darah, dan faktor hubungan seks.

Tidak cuma itu, ada patutnya juga untuk mengetahui dan memahami risikonya. Kasus ini berguna untuk melancarkan penolakan HIV dan menanggapi penyakit ini.

Harap diketahui juga jika informasi yang didapat harus kredibel dan jelas, bukan cuma rumor atau rumor.

2. Cek Medis Rutin atau TasP

Lakukan verifikasi kedokteran rutin. Paling Tidak lakukan aktifitas ini paling tidak tiga bulan sekali. Daripada menduga dengan literasi kesehatan yang tepat, lebih baik langsung ke para ahli. Dokter ingin betul-betul menolong dalam mengetahui kondisi tubuh ketika ini

Validasi obat rutin juga wajib dicoba bagi orang yang aktif bersinggungan seks, baik itu seks anal, vagina, ataupun oral. Oleh lantaran itu, risiko penyebaran HIV hendak meroket bagi orang yang berkaitan seks dengan metode aktif, paling utama kalau orang itu ada pendamping seks bergantian.

Dalam hal penyingkiran HIV, TasP senantiasa dilakukan. TasP (Treatment as Prevention) ialah konsep medical checking atau upaya penangkal yang dicoba untuk kurangi risiko lahir dan penyebaran HIV AIDS.

Misalnya, melangsungkan pengecekan kesehatan.

3. Jauhi Gaya Hidup ‘Bebas’

Salah satu langkah efektif untuk menjauhi penyebaran HIV AIDS ialah dengan memanfaatkannya dengan menjauhi gaya hidup yang terlalu ‘gratis’, termasuk menjauhi ‘berhubungan’ di luar pernikahan.

4. Hindari Penggunaan Suntik Bekas

Benar-Benar benar kalau AIDS dapat ditularkan melewati aktifitas seks, namun itu bukan satu diantara faktor penyebaran HIV. Penyebaran darah dan kesibukan pengobatan sejenis ialah risiko yang sama.

Tidak diizinkan untuk menerima suntikan bekas sepanjang pengecekan medis. Kamu harus mengadakan pengecekan atau memandang kesucian suntikan yang digunakan.

Bahkan lebih, tingkat penyebaran HIV melewati jarum suntik, paling utama di susunan konsumen narkoba, cukup tinggi. Jadinya sekitar 20% sampai 40% lebih tinggi dalam kasus penggunaan jarum suntik bersama. Dengan Demikian J1Ccz, hindari pemakaian jarum suntik bekas. Termasuk apabila kalian ingin menato tubuh. Lantaran tato dengan jarum suntik juga ada konsekuensi yang sama.

5. Lakukan PrEP/PEP

PrEP atau profilaksis pra-pengecualian ialah upaya penyingkiran yang dicoba dengan mengkonsumsi obat antiretroviral yang dapat kurangi risiko seorang terkena HIV dengan metode yang signifikan.

Jika Kalian mengakui Kamu ada virus HIV, apakah itu melewati seks tanpa kondom atau banyak kegiatan lainnya, Kamu dapat meluncurkan prosedur yang dengan cara drastis kurangi risiko infeksi. Sonikasi ini terkenal selaku profilaksis pep atau pasca-ekposur.

Kedua obat ini (PrEP / PEP) harus dicoba dengan dokter.

Tidak cuma beberapa trik yang diusulkan ini, Kamu masih harus meninjau kesehatan Anda. Adopsi gaya hidup sehat, diet yang tepat, dan olahraga teratur.

Sumber : kondomsutra.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bengkel AC Mobil Terbaik

doktermobil.com – AC mobil mati memanglah salah satu yang membuat ekspedisi jadi tidak aman. Terlebih bila melaksanakan ekspedisi jauh serta dikala cuaca terik....

Cara Cegah Penularan Penyakit HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) ialah virus yang mengacaukan sistem imunitas tubuh dengan kiat yang agresif. Virus ini ialah faktor AIDS atau penyakit jangka panjang...

Pilihan Kontrasepsi Aman Wanita Modern

Pil KB adalah campuran Cyproterone Acetate (hormon progesteron) beserta Ethinylestradiol (hormon estrogen) yang menghindari kehamilan dengan kiat halangi emak telur ataupun ovarium membebaskan sel...

Tips Sehat Cara Alami Bersihkan Vagina

Vagina organ yang penting untuk wanita, sebab vagina bagian tubuh yang menghubungkan dengan organ reproduksi wanita juga, seperti pada rahim dan bagian sekitarnya. Karena...

Recent Comments